Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Motogp News. Show all posts
Showing posts with label Motogp News. Show all posts

Audi-Ducati : Penawaran Besar Buat Rossi

Written By gang on Wednesday, July 18, 2012 | 9:44 PM



Audi dan Ducati beberapa hari yang lalu telah memberikan penawaran kepada Valentino Rossi dan Sekarang tinggal menunggu keputusan yang akan diberikan oleh 'The Doctor'.

Itu penawaran besar - dengan Jaminan - Tidak ada tempat lain yang bisa memberikan penawaran sebesar itu walaupun mereka ingin (Belum ada kepastian kisaran penawaran audi ducati seberapa besar nilai kontraknya untuk Valentino Rossi, hanya mengatakan 'its a great offer').

Tapi sebagaimana telah dikatakan oleh Valentino Rossi sendiri, bahwa saat ini dia tidak mencari uang, Dia hanya ingin motor kompetitif, bisa menang lagi dan melawan lagi di barisan depan.

Dalam beberapa bulan ini, rumor tentang Valentino Rossi telah berkembang sampai berbagai macam versi, kalau digabungakan mungkin bisa menjadi sebuah buku fiksi.

Tapi pada kenyataannya, ada satu hal yang pasti : 9 kali juara dunia tersebut punya kesempatan untuk kembali ke yamaha. Oleh karena itu sampai sekarang Yamaha tetap mengosongkan satu kursi di tim pabrikan dan telah membekukan semua negosiasi baik dengan Ben Spies maupun Andrea Dovizioso. Kalo Cal Crutchlow sudah jelas dikatakan padanya bahwa dia tetap di tech 3 Yamaha bila dia mao makanya Cal Crutchlow telah terus terang mengatakan niatnya untuk bergabung dengan Ducati. Tapi itu pun masih harus menunggu keputusan Valentino Rossi. Karena Audi - ducati sekarang hanya memprioritaskan Valentino Rossi.

Penawaran telah diberikan, sekarang tinggal keputusan Rossi. Waktu yang dipunyai Valentino Rossi adalah antara Laguna Seca dan Brno. Setelah itu keputusan akan diberikan.

Valentino bebas menentukan pilihan, belum juga memutuskan - dan pilihan nya bertambah berat setelah kegagalan ECU di Tes kemarin hari senin - Bagaimanapuna, sponsors bersama dia - dan bersama ducati - dan Philip Morris Grup Dell Altria Inc. memberikan kepercayaan kepada mereka.

Sedikit informasi, Sejak begitu banyak rumor yang beredar : Sponsors tinggal bersama Ducati.

Sumber :gpone

Schwantz : Crutchlow Tidak Pantas Ducati


Di dalam kesempatan GP Star, Schwant melakukan interview dengan superbikeplanet dan mengatakan pendapatnya tentang tiga orang amerika yang ada di MotoGP ( Nicky Hayden, Cal Crutchlow, Colin Edward).

"Ada kemungkinan tidak ada orang amerika di MotoGP tahun depan, dan saya mendengar desas-desus bahwa spies akan mempertahankan tempatnya, Cal Crutchlow tidak layak menggantikan Hayden  di Ducati, yang mengklaim dirinya dapat menang podium bila menaiki motor pabrikan, tapi sampai sekarang saja dia belum pernah naik satu podium pun."

"Colin masih bisa podium, misalnya, jika dia mendapatkan motor yamaha.Tapi itu juga sulit.Perlu memastikan apakah dia tetap senang membawa motor atau berkumpul dengan keluarga, berkemah, memancing ikan."

Setelah itu, Schwantz berbicara kembali tentang GP, yang dimana sangat sedikit pengendara GP, Moto2, Bike yang berkebangsaan amerika.

Malboro Sponsor Yamaha Buat Rossi

Written By gang on Monday, July 16, 2012 | 11:29 PM


Dengan semakin dekatnya seri laguna seca dan brno, semakin sengit pula rumor masa depan juara 9 kali juara dunia tersebut. Rumor yang saat ini beredar di website spanyol mocuatro adalah bahwa Malboro akan mensponsori Yamaha asal Rossi menjadi Tim Pabrik Yamaha. (Dalam arti Kalo tidak ada rossi, tidak ada malboro). 

Masa depan Valentino Rossi untuk 2013 menjadi perjalanan kisah yang di incar para sponsor dan berita. Ketika kelihatan bahwa janji-janji dari Audi, pemilik baru ducati, Menawarkan keuangan yang memenuhi syarat untuk memastikan Valentino Rossi tetap berada di Ducati pada tahun depan. Tampaknya ada sponsor baru yang juga lagi membuat gebrakan buat rossi. Jadi masa depan rossi sungguh susah diprediksi. 

Philip Moris, Pemilik tembakau multinasional dengan merek malboro yang selama ini menjadi sponsor utama ducati, telah mengeluarkan tangannya untuk ikut campur dalam motogp. Akhir pekan kemarin di Mugello, Global Vice President, Maurizio Arrivabene, seorang yang mengontrol sponsor merek malboro di seluruh dunia termasuk Ferrai dan Ducati.

Arrivabene pada akhir pekan Mugello telah mengadakan pertemuan dengan Valentino sendiri, dan Carmelo Ezpelata, CEO Dorna. Arrivabene hanya membicarakan topik tentang masa depan Rossi dan mencari solusi untuk The Doctor bisa mendapatkan motor kompetitif dan berjuang untuk juara dunia lagi. 

Pertemuan Rossi dengan Audi kemarin di sacsenring belum dapat memberikan jaminan kepada rossi apakah tahun depan rossi bakal dapat motor kompetitif ducati sehingga bagi rossi seperti berjudi karena tidak tahu masa depannya. Walaupun Audi kelihatan antusias kemarin untuk mengembangkan Ducati : "Saya harap dengan kedatangan Audi, yang mana kelihatan begitu antusias, bisa membantu memperbaiki sesuatu, tapi tentu saja itu tidak mudah untuk dikerjakan karena kami membutuhkan satu tahun setengah dan kami belum mencapai banyak."

Yang menjadi perhatian Rossi adalah waktu. Tidak ragu Audi akan melakukan segalanya untuk membuat ducati menjadi motor kompetitif, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah Audi bisa memberikan motor kompetitif dengan cepat, karena untuk musim depan, Rossi ingin motor kompetitif. 

Oleh sebab itu Philip Morris dan Maurichi Arrivabene membuat keputusan. Jumat malam, arrivabene bertemu valentino, keduanya sudah berteman baik selama bertahun-tahun, sekarang semakin dekat sejak Rossi tandatangan dengan Ducati Malboro, sponsor, yang mana telah membayar gaji Rossi sebesar 14 juta euro. Arrivabene mendengarkan rossi dan menarik kesimpulan bahwa rossi meragukan ducati bisa memberikan motor kompetitif pada nya, tidak ada pembicaraan antara rossi dan orang yang bertanggung jawab di ducati.

Pada keesokan harinya, hari sabtu, arrivabene bertemu dengan carmelo ezpelata selama dua jam, dan dia memberikan sebuah proposal apakah mungkin Malboro menjadi sponsor utama yamaha sekali lagi dengan syarat rossi menjadi tim pabrik yamaha pada tahun 2013. 

Dorna mengetahui dengan pergerakan sebesar ini akan berdampak besar, tapi pada saat yang sama, ia tahu jika malboro meninggalkan ducati, yang sekarang berada ditangan audi, akan meninggalkan dampak besar karena Audi akan kehilangan Valentino Rossi dan sponsor utama, ini merupakan suatu kemunduran. Ezpelata melihat pergerakan Philip Moris dengan mata baik, akan lebih baik bila malboro tetap mensponsori ducati juga ducati, duplikasi yang sulit (maksudnya membuat motor selevel yamaha)tapi tidak mustahil.

Malboro mengetahui secara atlit, Yamaha tidak membutuhkan Valentino Rossi tapi Yamaha lagi sangat membutuhkan sponsor utama karena selama dua tahun Yamaha belum mendapatkan sponsor utama sepeninggal Valentino Rossi. Hubungan ini juga bukan yang baru karena Malboro pernah menjadi sponsor utama Yamaha pada zaman Rainey, Crezch dan Biaggi. Buat Yamaha, ini merupakan keberuntungan yang sangat positif, Jika Rossi menang dengan Yamaha maka akan menunjukkan Motor lebih penting daripada rider. Dan bila Rossi tidak menang maka akan mengkonfirmasi pilihannya untuk tinggal bersama dengan Lorenzo yang bukan orang italia. Dan Di media mungkin menolak tanpa masalah akan slogan HRC tentang patner baru tahun 2013, marquez-pedrosa,dream tim. Jadi Yamaha, dari segi faktor mana pun, selalu menang.


Rossi : Mesin Baru Belum Siap, ECU Gagal


Mugello, Hari senin tes berlangsung, Valentino Rossi merasakan ECU gagal pada tes, sehingga tidak bisa melanjutkan tes tersebut karena para mekaniknya ducati sedang menyelidiki kenapa hal tersebut bisa terjadi.

Update ' Chassis, untuk menyeimbangkan distribus berat', ' Mesin, untuk memperbaiki kestabilan' dan ' Elektronik ' satu paket.

Tapi bagaimanapun kenyataanya, paket keseluruhan mesin belum lengkap, dan rossi mengatakan tes hari senin sebagai langkah setengah.

"Mereka mempunyai sesuatu untuk dicoba hari ini, tetapi itu hanya merupakan satu mata melihat masa depan, akan tetapi perubahan pada hantaran power mesin belum siap, mereka masih sedang bekerja."

"Jadi ini merupakan langkah setengah, Mesin sementara dengan ECU baru. Kita langsung memulainya pada pagi ini, perasaan pertama bagus, dan langsung saya bisa melakukan waktu yang baik dengan ban yang telah digunakan."

Tetapi ECU baru mengalami kegagalan yang menyebabkan Rossi tidak bisa melanjutkan tes pada hari itu karena tim ducati masih menyelidikinya.

Rossi hanya melakukan 23 lap, dan catatan waktu lap terbaik pada posisi 10, +1.130 detik di belakang Lorenzo.

"Setelah saya melakukan lagi setelah istirahat, motor terhenti di correntaio dan saya jatuh."

"Untungnya, saya membungkuk badan jauh dari titik poin, jadi saya hanya memiringkannya dan tidak ada yang buruk terjadi.Demi kepentingan keselamatan, kami memutuskan untuk berhenti karena para insinyur harus menganalisis data untuk memahami apa yang terjadi."

"Kami juga memiliki beberapa bagian yang berbeda untuk chassis, tapi kami tidak bisa bekerja dengan mereka (bagian-bagian yang berbeda untuk chassis) banyak karena kami selesai lebih awal. Pada akhirnya, bukan hari yang sangat produktif, meskipun kesan pertama dengan perubahan ini cukup baik."

Masih tidak jelas apakah rossi akan menggunakan ECU baru atau paket mesin baru di laguna seca pada seri berikutnya.


Ducati Corse direktur teknis Filippo Preziosi menunjukkan bahwa mesin baru 'halus' yang telah ditunggu-tunggu, awalnya pikir mungkin untuk Laguna Seca, seharusnya telah siap untuk pengujian setelah bulan September Misano ras.

"Pagi ini, dengan Vale, kami mulai untuk mencoba beberapa perubahan ke casis, bekerja ditujukan pada berkonsentrasi massa dan menyeimbangkan berat," ia mulai. "Sayangnya, di sore hari kami punya masalah dengan komponen perangkat keras, dimana kami harus memeriksa sekarang.

"Mengingat bahwa keselamatan adalah hal yang paling penting, kita berhenti tes. Oleh karena itu, kami hanya memiliki kesan pertamanya, tetapi berdasarkan itu, kita akan melanjutkan dengan jadwal kita untuk membawa beberapa perubahan tambahan pada tes Misano."

Seharusnya tes Misano membuktikan positif, mesin Ducati baru secara teoritis bisa grand prix pertamanya di sirkuit Aragon berikut (seri 14 dari 18).

Nicky Hayden - yang baru-baru ini mengatakan bahwa upgrade besar tidak diharapkan untuk GP - adalah Ducati rider teratas pada hari Senin tes, di posisi keempat dan hanya selisih 0.311s dari Lorenzo, setelah menyelesaikan 54 lap.

"Kami benar-benar tidak memiliki apa pun yang besar untuk mencoba hari ini, tapi itu penting dalam arti bahwa hal itu terakhir kali kita akan menguji sebelum dua home race saya," kata Hayden. "Kami mencoba beberapa hal dengan pengaturan, dan Ohlins memiliki beberapa ide-ide yang kita diuji.

"Kita kehilangan jumlah waktu yang cukup signifikan setelah Valentino memiliki masalah karena orang-orang ingin memeriksa semuanya pada motor untuk memastikan bahwa itu baik-baik saja. Pada akhir hari aku memakai ban lembut untuk melihat seberapa cepat aku bisa ngebut, tapi kemudian aku punya masalah dengan pompa bahan bakar."

"Kami kehabisan waktu, tapi masih, lap terbaikku adalah hampir sama dengan waktu saya kualifikasi, jadi baik-baik saja. Pada tingkat ini, ketika kita lebih dekat ke depan, semakin sulit untuk membuat perbaikan besar, tetapi kami meninggalkan sini dengan dorongan untuk lebih baik."


Tim pengembangan Ducati's akan sekarang tetap di Mugello untuk pengujian lebih lanjut.

"Dengan Nicky kita tidak punya masalah [ECU] yang sama, dan kami dapat melanjutkan pekerjaan," kata Preziosi. "Dalam beberapa hari berikutnya, tim pengujian kami akan maju dengan pekerjaan yang dimulai oleh pengendara pabrik."




Rossi : Dekat Dengan Podium Di Mugello

Written By gang on Sunday, July 15, 2012 | 7:31 PM


Di Mugello, Valentino Rossi dan Nicky Hayden sama - sama memberikan performa yang bagus dalam balapan kemarin. Valentino Rossi berakhir di posisi 5 dan Hayden berakhir di posisi 7. Dengan posisi tersebut, Ducati semakin dekat dengan podium.

Kemarin merupakan performa trek kering di tim ducati sepanjang musim ini, gap dengan pemenang semakin kecil dan ritme, konsistensi yang sangat bagus yang mampu mereka pertahankan sampai akhir. Rossi memulai start dengan jelek, mundur dua posisi menjadi ke 12, tapi rossi mampu melesat ke depan menjadi posisi ke 5 dengan melewati Nicky Hayden pada lap - lap terakhir berada tepat di belakang bradl dan dovi.

"Secara keseluruhan, saya rasa hari ini hasil trek kering terbaik sepanjang musim ducati, karena Nicky juga memiliki race yang bagus. Kami cukup senang dengan kecepatan kami terutama pada saat lap - lap terakhir "- Valentino Rossi melanjutkan - "Sayang, saya sudah kehilangan waktu pada mulanya, bukan saja saya berada di barisan empat, saya juga memulai start dengan jelek, Saya dilewati oleh beberapa rider dengan cepat, dan membuat saya kurang beruntung dan kehilangan waktu. Jika tidak, saya pikir memungkinkan untuk membuat podium."

"Kami memiliki begitu banyak masalah dalam praktek, secara normal kami mampu menjaga ritme konsisten dengan ban keras, tetapi ketika kami memakai ban lunak, kami tidak mampu memotong 6 atau 7 detik. Untuk dua race, kami telah bekerja pada setting yang memungkinkan untuk konsisten sampai akhir balapan, tapi pada saat yang sama, memberikan saya lebih banyak masalah di bagian depan. Ketika saya memakai ban lunak, Grip extrra membuat kondisinya semakin buruk, saya tidak mampu masuk tikungan dengan efektif. Kami harus bekerja pada masalah ini. Besok ada latihan, kita akan lihat."

Nicky Hayden :" saya memulai dengan bagus, tapi saya memutar terlalu banyak di awal. dan saya pikir saya akan merusak ban. Sekali saya membawa lebih lembut, saya mampu keluar dari tikungan lebih cepat dan konsisten di grup. Tujuh atau Delapan lap terakhir, saya benar - benar memberikan segalanya, saya tidak yakin apakah saya bisa finish, tetapi saya yakin saya akan terus berjuang. Pada lap terakhir, setelah saya melewati bradl ke posisi 4, saya hanya memikirkan untuk mencoba melewati 'dovi' dan membawa ducati ke podium. Jadi saya tidak menyesal kenyataan saya telah berusaha. Pada akhirnya, kita tidak bisa bahagia dengan posisi 7, tetapi saya harap semua fans ducati yang datang mendukung kami dapat bangga dengan tim ini pada minggu ini. Mereka memberikan motor yang bagus, kami benar - benar memberikan yang terbaik untuk podium hari ini."

Dari Matthew Birt :

Cal Crutchlow told MCN that anybody that thinks Rossi is finished is wrong. CC followed VR for last 13 laps and he said he was awesome

Cal Crutchlow memberitahukan kepada MCN bahwa siapapun yang berpikir bahwa rossi berakhir, itu sangat salah. Cal Crutchlow mengikuti Valentino Rossi selama 13 lap dan Cal mengatakan Rossi sangat mengagumkan.



Hasil Kualifikasi MotoGP 14 Juli 2012

Written By gang on Saturday, July 14, 2012 | 6:16 AM


Hasil seri kualifikasi pada jam 7 tadi malam di sirkuit mugello pada tanggal 14 Juli 2012 adalah

Po. Name TeamGap First
1PEDROSA D.Repsol Honda Team1:47.284
2LORENZO J.Yamaha Factory Racing+0.139
3BARBERA H.Pramac Racing Team+0.261
4HAYDEN N.Ducati Team+0.387
5STONER C.Repsol Honda Team+0.405
6CRUTCHLOW C.Monster Yamaha Tech 3+0.465
7DOVIZIOSO A.Monster Yamaha Tech 3+0.467
8BRADL S.LCR Honda MotoGP+0.573
9SPIES B.Yamaha Factory Racing+0.865
10ROSSI V.Ducati Team+1.218
11BAUTISTA A.San Carlo Honda Gresini+1.610
12ESPARGARO A.Power Electronics Aspar+2.103
13DE PUNIET R.Power Electronics Aspar+2.166

Mudah - Mudahan kita bisa melihat Rossi menempati podium.

Go Go Go Rossifumi Gambatte

Pernat : Rossi Bahagia, Thanks Audi!

Written By gang on Tuesday, July 10, 2012 | 8:51 PM



Pernat menganggap Yamaha kalah telak dengan Honda

Melihat MotoGP dari kacamata Carlo Pernat selalu menarik  , seperti biasa Pernat memberikan opininya pasca race di Sachsenring terutama mengenai Ducati dan Valentino Rossi.

“Pedrosa tampil dominan di trek favoritnya dan dia membalap dengan sangat baik, seperti kata pepatah ia kerahkan yang terbaik di akhir sesi dan ia tampil sempurna di lap akhir yang memaksa rekan satu timnya, Stoner harus crashed. Casey menurut pendapat saya belum menunjukkan ia bisa menyelesaikan balapan hasil yang baik. Seandainya ia memiliki mentalitas yang “lebih baik” ia bisa memenangkan kejuaraan dunia sebanyak Valentino Rossi.

“Yamaha kalah telak dari Honda dengan gap yang begitu jauh. Tim pabrikan membuat suatu kesalahan besar dengan memakai ban lunak di sesi pemanasan sudah tahu bahwa Bridgestone tidak menyarankannya untuk balapannya, pembalap mereka harus menanggung deritanya dan Jorge tidak senang dengan hal ini. Kami di Pramac mencoba komponen ban keras di pagi hari dan lihat Barbera bisa balapan dengan baik”.

“Rossi tampak bahagia usai race, meski terpaut 30 det dari pemenang, karena jaminan yang diberikan oleh bos Audi tentang masa depannya. Well, haruskah kita bertaruh bahwa ia akan tetap di Ducati? Saya tidak tahu  , tapi menurut saya Crutchlow telah menanda tangani kontrak sebagai rider kedua mereka. Rossi tampil cukup puas hari ini dan ia benar benar nampak seperti seorang yang bekerja di suatu perusahaan alias orang kantoran.”

motogpindo

Marquez ingin Rossi Bersamanya di Honda

Written By gang on Thursday, June 28, 2012 | 11:28 PM


Setelah sidang marquez menang kemarin, ini merupakan suatu kelegaan buat marquez. karena poin kemarin penting buat marquez untuk mendapatkan kemenangan di moto2 sehingga pindah ke motogp pun tidak ada rasa penasaran / penyesalan.

Bila pindah ke motogp, marquez akan langsung menaiki motor prototype HRC yang disponsori repsol.

"Kami lagi diskusi tapi belum tandatangan, tapi benar, itu tujuannya."

Dengan Marquez mengisi posisi kosong yang ditinggalkan stoner sudah pasti terjadi, sekarang tinggal siapa yang akan menjadi team mate marquez?

"Ada juga membicarakan pedrosa, dani cerita lama". Marquez ingin Valentino Rossi sebagai team mate. Ini akan menjadi solusi terbaik, bersama dengan pengendara yang dapat mengajar dia banyak hal seperti yang telah dilakukan di yamaha dengan jorge lorenzo."

Rossi-Marquez adalah tim yang diharapkan repsol, sponsor tim utama, sebagai "Dream Team".

"Memikirkan saja sudah ga terbayangkan, bahkan dari gambarannya saja sudah merupakan solusi terbaik Tetapi...."Kata orang yang disamping Marc.

Eh masih ada tetapi....

"Masalahnya adalah Honda dan Rossi harus mengesampingkan masa lalu yang terjadi di 2003. Sekarang masing - masing menunggu siapa duluan yang bergerak. tapi kamu tahu , orang jepang mempunyai sifat yang sangat keras."

Keras sampai ke point tidak memikirakan bahwa Valentino Rossi tidak akan menunggu selamanya sebuah panggilan?

"Itu sudah sangat jelas solusi terbaik adalah Rossi kembali ke yamaha dimana sekarang merupakan motor paling kompetitif tapi di situ ada lorenzo. Mungkin kembali ke honda lebih mudah. Tentu saja akan terlihat sambutan apa yang di berikan kepada Rossi beserta tim nya karena rossi tentu akan membawa jeremy burgess dan timnya. Dan juga ada pertanyaan, apakah honda bisa mengikuti keinginan rossi, tapi paling tepat : Dream Tim 2013 adalah Valentino Rossi kembali ke honda bersama dengan marquez di sampingnya."








MotoGP : Ducati Melihat Titik Terang



Rossi Lovers,

Kelas Motogp kembali beraksi di assen pada latihan bebas 2. Ben Spies menempati posisi pertama dengan catatan waktu 1'34.866. Posisi kedua ditempati cal crutchlow. Posisi ketiga di tempati Nicky Hayden, 0.102 detik di belakang ben spies dan ini terjadi pada trek kering yang merupakan catatan waktu terbaik buat ducati di trek kering.

Latihan bebas 2 di assen memang seru sekali, semua motor prototype motogp dari posisi pertama sampai posisi kesebelas beda waktu tidak sampai 0.5 detik.

Di lihat dari gap nya, persaingan kali ini akan berlangsung sangat ketat. Dan rossi lovers, The Doctor mencatat posisi kedelapan tapi gapnya hanya 0.430 detik dari ben spies.

Sungguh ini merupakan kabar menggembirakan buat kita sebagai fansnya dan buat valentino rossi juga, karena ini merupakan suatu kemajuan yang lumayan besar. Kenapa bisa di bilang kemajuan? iya, tentu saja karena catatan waktu ini terjadi di trek kering dan kita tahu ducati belum pernah mencatat waktu secepat kali ini dan gapnya dengan yang paling depan cuma 0.4 detik.

Apakah ini merupakan sinyal positif? tentu kita sangat mengharapkannya
Apakah latihan bebas 3 akan mendapatkan catatan waktu seperti ini atau akan kah lebih baik? kita tunggu saja

Semoga titik terang yang telah didapati ducati tidak akan padam sehingga ducati akan mempunyai motor kompetitif buat rossi. kita doain saja.



Go Go Go Valentino Rossi

Guareschi : Tidak ada Mesin Baru

Written By gang on Wednesday, June 27, 2012 | 8:30 PM


Rossi Lovers,

Setelah Rossi menjawab. Manager ducati, guareschi pun ikut menjawab atas komentar ezpeleta.

Reaksi terbaik pada komentar carmela ezpeleta untuk masa depan valentino rossi. - " Pada tahun 2013 dia akan mendapatkan motor yang kompetitif - datang dari Davide Brivio : " Ketika dia tidak tahu apa yang harus di katakan lagi, dia bisa saja melemparkan nama valentino rossi ke dalam perkataannya dan masalahnya terselesaikan. Beberapa publisitas terjamin."

Tentu saja brivio tidak salah, demikian juga dengan orang lain di samping ezpeleta yang ingin melihat rossi di motor kompetitif tahun depan.

" Untuk semua yang kita tahu, dia bisa saja membicarakan tentang ducati - kata manager tim vittoriano guareschi - Kita, lebih daripada siapapun juga, ingin memiliki motor kompetitif sesegera mungkin."

Dan tentu saja pabrik italia bekerja keras untuk mencapai target tersebut.

" Kami terus bekerja keras - guareshi menambahkan - Minggu lalu kita tes di mugello dengan battaini, tapi itu salah untuk memikirkan bahwa kita bekerja pada mesin baru, atau sebuah mesin tanpa sudut V90°. Itu tidak perlu mengubah sudut untuk memperbaiki karakter mesin. Mesin tidak berubah secara drastis. Bahkan pada saat laguna seca, itu secara dasar mesin sama, hanya beberapa perubahan mekanis."

Jadi bisa dikatakan, segala sesuatu memungkinkan pada tahun 2013.

"Saya tidak tahu tahun depan. Saya cuma bisa mengatakan kita akan tes di hari senin setelah race mugello demikian juga dengan race brno. Tapi saya tidak merasa akan ada perubahan peraturan pada tahun depan. Untuk mengecilkan rev limit kita 1000/2000 rpm saja akan memerlukan design ulang mesin, dan itu sudah telat buat itu. Jika mereka ingin menghemat uang, akan lebih baik menghilangkan limit 21 liter bensin : untuk tetap berada dalam batas, kita harus menghabiskan satu ton uang."

gpone

Rossi Naik Motor Kompetitif 2013


Ezpeleta: Tahun 2013 Valentino Akan Naik Motor Kompetitif



Sosok Carmelo Ezpeleta saat ini terus menjadi sorotan. CEO Dorna itu dianggap sebagai orang yang “paling bertanggung jawab” atas kondisi MotoGP saat ini. Sementara pria berkaca mata itu tetap tenang.

“Kami bekerja untuk memastikan bahwa kami dapat membuat mesin yang lebih kompetitif dalam waktu dekat. Sama seperti Formula 1, di Valencia mereka memperdebatkan bagaimana mengurangi biaya, demikian pula di MotoGP kami akan menemukan solusi yang tepat dengan produsen yang terlibat dalam kejuaraan,” ungkap Ezpeleta dalam sebuah wawancara yang dirilis oleh OmniCorse.

Kategori CRT (Claiming Rule Teams) yang mulai diberlakukan pada musim 2012 ini banyak menuai kritik karena motor-motor dari kategori itu masih sangat jauh dari kata kompetitif. Namun, seperti yang sudah-sudah, Carmelo tak gentar dengan komentar miring terhadap CRT.

“Itu tidak mengejutkan saya, karena Moto2 dan Moto3 yang kurang ditoleransi oleh paddock MotoGP, telah mendapat perhatian dari penggemar. Kami harus menemukan formula yang tepat untuk mengendalikan biaya dan mempromosikan pertunjukan. CRT memiliki kebaikan memperluas grid untuk 22 motor, sebaliknya jika saya mendengarkan pabrikan hanya akan ada sepuluh pesaing.”

“Masalahnya adalah harga untuk bermain satu musim di MotoGP: sebuah tim bisa masuk ke kejuaraan sepeda motor dengan sebuah CRT 1 juta Euro dan pada akhir musim mereka adalah pemilik kendaraan, sementara mereka yang di MotoGP (berstatus) menyewa harus mengeluarkan uang dua atau tiga juta dan tidak mendapatkan manfaat apa-apa, karena pada akhir musim semua harus dikembalikan.”

Keberadaan CRT juga menurutnya telah membuat pabrikan seperti Honda tertarik untuk membuat motor untuk costumer teams. Ia juga tetap yakin CRT merupakan masa depan MotoGP.

“Anda harus memastikan bahwa biaya motor berkurang untuk tim satelit: ini adalah jalan yang kami ambil dan saya yakin kami akan menemukan cara yang tepat. Sekarang Honda akan segera bergerak memasarkan motor untuk costumer teams. Ini adalah langkah yang dimungkinkan karena CRT.”

Dengan rasa percaya diri yang kuat, Ezpeleta lebih jauh juga tidak khawatir CRT akan bersinggungan dengan kejuaraan Superbike yang saat ini popularitasnya kian meningkat sejalan dengan penurunan pamor MotoGP.

“Jangan selalu membuat perbandingan dengan Superbike. Ada ruang untuk dua liga yang memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Motor mereka secara konseptual harus tetap sebagai standar dan prototipe MotoGP merupakan ekspresi maksimum sepeda motor.”

Keyakinan lain adalah tentang akan datangnya beberapa produsen ke MotoGP setelah seri ini kini hanya dihuni oleh tiga pabrikan: Honda, Ducati dan Yamaha.

“Saya tidak terkejut sama sekali atas situasi ini: produsen mana yang mungkin tertarik untuk bergabung dengan MotoGP tanpa kepastian aturan dan stabilitas peraturan? Kami bekerja ke arah ini dan saya yakin Anda akan menemukan kesepakatan dengan produsen saat berhasil menghidupkan seri.”

“Percayalah, kami sedang berbicara dengan banyak orang yang akan bersedia untuk mengambil langkah. Lebih banyak dari yang Anda pikirkan, namun beberapa merek tidak baru: kami sedang berbicara dengan Suzuki, Aprilia dan BMW, dan beberapa nama lainnya.”

Selain masalah regulasi, saat ini MotoGP sedang mengalami situasi yang tidak terlalu menguntungkan: Casey Stoner akan meninggalkan kejuaraan di akhir tahun, sementara Valentino Rossi bersama Ducati belum mampu bersaing di barisan depan.

“Saya tenang. Valentino tahun depan akan naik motor yang kompetitif, tapi saya tidak dapat memberitahu Anda apa itu. Ini masih terlalu dini untuk berbicara bahwa: pada tahun 2013 kita akan melihat Rossi berjuang untuk menang …lagi.”

Apa yang dimaksud oleh Ezpeleta? Mungkinkah Dorna telah menggunakan power-nya untuk “memaksa” Honda atau Yamaha memberi tempat untuk The Doctor?

gp-mania

Carlos Checa: MotoGP Balapan Teknologi

Written By gang on Monday, June 25, 2012 | 8:38 PM



Di ajang Grand Prix, Carlos Checa sempat dikenal sebagai ‘Yamaha Man’ karena begitu lamanya ia membela pabrikan asal Jepang itu. Ia sempat membela tim Ducati MotoGP hanya semusim. Tapi di ajang World Superbike, Ducati telah mengantarnya menjadi juara dunia.

Checa WDW2012 300x175 Carlos Checa: MotoGP Sudah Menjadi Balapan TeknologiCheca hadir sebagai salah satu rider dalam pagelaran World Ducati Week 2012 (WDW2012). Pengalamannya sebagai mantan pembalap MotoGP dan juga sempat ikut menyumbang umpan balik untuk proyek Desmosedici membuatnya tak luput dari incaran media guna mengorek komentar mengenai kondisi Ducati dan MotoGP saat ini.

Berikut petikan wawancara GPOne.com dengan rider asal Spanyol tersebut:

Di mana Anda khawatir tentang front-end dan desain load bearing engine, setelah musim MotoGP tahun lalu?

“Tidak sama sekali. Tampaknya jelas bagi saya bahwa chassis bukan masalah dari Desmosedici itu. Valentino mencetak hasil terbaiknya dengan desain load bearing engine. Tapi saya bukan seorang insinyur, dan saya tidak ingin masuk terlalu banyak ke detail. Saya rider dan saya memberikan umpan balik.”

Apa kesan Anda tentang D16 ketika Anda menguji di Jerez?

“Saya menikmatinya, dan saya menemukan itu akan menjadi motor yang sangat balance. Tapi sulit untuk menawarkan analisis spesifik, karena saya tidak tahu bagaimana perolaku mesin MotoGP lainnya. Masalahnya adalah bahwa Ducati telah sampai pada limit tertentu, dan mereka tidak mampu bergerak di luar itu.”

Apakah Anda pikir Rossi masih termotivasi?

“Dia telah berjuang dalam waktu yang lama, dan tidak mudah untuk tetap termotivasi. Tapi limit juga berasal dari seri (balapan) itu sendiri. Ini telah menjadi pertempuran teknologi, dan bukan lagi pertempuran antara motor dan pembalap.”

Valentino mengatakan di Silverstone bahwa rider sekarang hanya sedikit bisa membuat perbedaan daripada di masa lalu

“Anda tentu akan lebih berjuang jika motor tidak sempurna. Mereka perlu mengambil langkah mundur. Para fans ingin kegembiraan di track. Melihat pembalap dan produsen fight satu sama lain. Mereka tidak peduli tentang balapan teknologi. Mereka dapat menonton itu di tempat lain, bukan balap motor.”

Apakah mereka perlu beberapa perubahan aturan?

“Ya, mereka perlu batas yang memungkinkan manusia untuk membuat perbedaan. Dan saya tidak hanya berbicara tentang motor, tetapi juga ban.”

Ezpeleta Prediksi Tahun 2013 Dua Ducati

Ezpeleta Prediksi Tahun 2013 Hanya Ada Dua Ducati




Pabrikan Ducati terancam ditinggal oleh tim satelit mereka dan kemungkinan hanya akan menurunkan tim pabrikan untuk musim 2013. Sponsor utama tim Pramac Racing sedang mengalami masalah keuangan, sementara tim Cardion AB Motoracing dikabarkan kecewa dengan performa motor Ducati.

Tim Pramac yang saat ini hanya menurunkan rider tunggal Hector Barbera hampir pasti runtuh di akhir musim setelah produsen generator dan tenaga surya yang berbasis di Italia itu baru-baru ini mengalami likuidasi dengan kerugian hampir 100 juta Euro.

“Perkiraan saya adalah kita akan memiliki empat Honda, empat Yamaha dan dua Ducati,” kata CEO Dorna Carmelo Ezpeleta seperti dilansir oleh Motorcyclenews.com

“Mungkin Abraham akan memiliki Ducati ketiga namun saya tidak berpikir orang lain akan tertarik untuk menyewa motor di harga ini ketika Anda dapat memiliki CRT yang tidak jauh lebih kompetitif dan biaya secara dramatis berkurang,” lanjut Ezpeleta.

Musim ini, Abraham baru sekali meraih poin saat GP Catalunya. Itupun finish sebagai penunggang motor prototype paling akhir. Dengan kondisi ini, mungkinkah tahun depan ia akan beralih ke CRT? Atau lebih memilih membeli motor RC213V versi lebih murah yang sedang dipersiapkan oleh pabrikan Honda?

gp-mania

Rookie aturan: Spies menuduh Dorna

Written By gang on Wednesday, June 20, 2012 | 8:57 PM


Topik panas terbaru di MotoGP, yang tidak diragukan lagi lebih panas daripada tindakan di trek, adalah pencabutan diharapkan "Aturan Rookie." Aturan telah dibuat untuk mencegah pengendara tahun pertama dari balapan untuk tim pabrik, tetapi baru-baru ini dianggap usang. Bahwa keputusan bertepatan dengan debut diharapkan Marc Marquez, pengendara Spanyol, pada tim HRC pabrik, yang telah Spanyol mensponsori di Repsol, selama musim MotoGP 2013, sebuah seri yang dijalankan oleh penyelenggara Spanyol, tidak melarikan diri perhatian dari beberapa mengamati dan bahkan beberapa pengendara MotoGP.

Di antara mereka adalah biasanya disediakan Ben Spies, satu - satunya pengendara yang benar-benar terpengaruh oleh aturan rookie. Pada 2010, sebagai WSBK juara berkuasa, pengendara Amerika "dipaksa" untuk naik untuk tim satelit presented Yamaha, sebagai lawan dari tim pabrik penuh. Mungkin ini adalah apa yang mendorong dia untuk mengirim berikut seperti biasanya frank tweets.




Tweetnya Ben Spies "mendengar aturan rookie sedang berubah kembali lagi... kadang-kadang saya kira kita perlu paspor berbeda," Spies mulai.

Kemudian ia menambahkan: "tidak membenci Marquez sama sekali. Anak cepat. Aku hanya menyatakan fakta-fakta bahwa dari mana kamu datang, itu tidak boleh menghalangi atau membantu Anda."

sumber : gpone

Pernat: Rossi adalah tidak lagi Rossi



Rossi Lovers,

Grand Prix Inggris meninggalkan kami dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Seberapa kuatkah Jorge Lorenzo? Apa yang terjadi dengan Casey Stoner? Apa yang sedang terjadi melalui pikiran Valentino Rossi? Rossi akan tinggal dengan Ducati? Carlo Pernat Menawarkan beberapa jawaban yang mungkin, dalam segmen regulernya untuk GPone.com.

"Hal ini telah menjadi kejuaraan motivasi - manajer Italia berkata - Lorenzo, pengendara terkuat dalam seri, dan ia telah selama beberapa waktu, baru menandatangani kontrak perpanjangan dan tampak sangat termotivasi seperti biasa. Dia tidak mendapatkan awal yang baik, dan tampaknya tidur untuk sementara, tapi ketika Stoner mulai melepaskan diri ia segera bangun dan cepat meraih untuk memimpin."

"Stoner, di sisi lain, tampaknya kurang motivasi. Karena ia mengumumkan pensiun, ia tampaknya telah kehilangan sesuatu. Seolah-olah ada sesuatu yang lain dalam pikiran. Lalu motivasi Valentino Rossi, dimana aku benar-benar tidak mengerti saat ini. Menggunakan ban belakang keras, berbeda dengan orang lain, membuat pilihan dimana pengendara setingkat dia tidak memungkinkan. Seseorang seperti dia tidak dapat menyelesaikan 20 detik di belakang rekan setimnya. Jika Anda mengatakan kepada saya beberapa tahun yang lalu bahwa ini akan terjadi, saya akan menyebut Anda gila. Saya berpikir bahwa Rossi tidak lagi memiliki pilihan tetapi mesti meninggalkan Ducati."

"Itu adalah pernikahan yang awal mulai sudah buruk dan terus memburuk. Mungkin ia perlu untuk memulai sendiri, tim non-pabrik. Itulah kecuali Honda memutuskan untuk membawanya kembali. Itu adalah skenario yang tidak mungkin, tapi itu mungkin karena HRC lemah sekarang. Pedrosa bisa disusul Stoner di Silverstone, tapi ia bahkan tidak mencoba. Dia membuat beberapa upaya, seolah-olah ia adalah seorang pemula, dan dia tampak seperti dia takut. Jika Honda berencana untuk mengandalkan dia dan muda Marc Marquez, saya tidak berpikir mereka akan menjadi sangat jauh."

Capirossi : Ducati Wajib Revisi Mesin

Written By gang on Monday, June 18, 2012 | 8:22 PM



Loris Capirossi menegaskan Ducati harus merevisi mesin desmosedici agar GP12 kompetitif.

Capirossi mengklaim Ducati butuh waktu banyak untuk menjadikan GP12 bisa bersaing dengan Honda RC213V dan Yamaha YZR-M1 1000cc. Eks pembalap Pramac Racing ini menyebut peralihan ke sasis aluminium twin-spar saja tak cukup.

Valentino Rossi dan Nicky Hayden sama-sama masih merasakan understeer yang jadi masalah akut pada GP11. Capirex –julukan Capirossi– menilai Ducati bisa mencoba mengubah karakteristik mesin desmosedici.

“Sasis sangat penting, tapi mesin juga sama pentingnya. Ducati sudah berusaha keras di sasis. Sekarang mereka harus melihat ke mesin. Desmosedici punya power cukup. So, mereka harus mempertimbangkan mengubah sesuatu. Mungkin desmosedici kurang bersahabat dan terlalu agresif. Ini yang membuat sasis bermasalah,” kata Capirex kepada MCN, Senin (2/4).

Cekskor

Pernat : Valentino Rossi tak lama lagi pindah dari Ducati.



Kejuaraan MotoGP di Silverstone meninggalkan berbagai pertanyaan.

yup seberapa kuatkah Jorge Lorenzo, seberapa besarkah motivasinya? Apa yang terjadi pada Casey Stoner? Setelah pengunduran dirinya, ia bukan lagi seperti yang dulu Apa pendapat anda melihat Valentino Rossi yang dikalahkan oleh rekan satu timnya sendiri, Nicky Hayden? Haruskah ia tetap di Ducati, atau mencari pengalaman baru, atau balik lagi ke Honda?

Seperti biasa, kali ini Pernat memberikan ulasannya yang mbah lansir dari gpone.
Lorenzo merupakan pembalap terkuat di MotoGP saat ini yang paling termotivasi, dan setelah kontrak baru dengan Yamaha, ia memberikan mereka untuk pabrikan garputala tersebut.

Stoner, benar-benar seperti tidak memliki semangat, sejak ia berkata ingin pensiun, sepertinya ia telah kehilangan sesuatu. Selanjutnya Valentino Rossi, yang kali ini seperti benar-benar tidak mengerti. Mulai dengan ban keras seperti yang lainnya, Ia bagaikan seorang pembalap yang mendapatkan jatah wild card mengendarai motor yang tak cocok untuknya. Seseorang seperti Valentino Rossi tidak mungkin bisa tertinggal +21 det dari rekan setimnya. Saya rasa Rossi akan meninggalkan Ducati.

Ini pernikahan yang awalnya buruk dan masih tetap hingga sekarang. Mungkin ia bisa saja pindah ke tim tertentu walau bukan tim resmi, kecuali Honda berniat meminang Valentino lagi, kemungkinannya kecil sekali, tapi HRC sekarang begitu lemah, kita lihat Dani Pedrosa bahkan tidak bisa membalap Stoner di Silverstone. Jika Honda terus fokus bersama Dani dan Marc Marquez, saya rasa akan terbuka sedikit jalan bagi mereka.

motogpindo

Valentino Rossi suffers more Silverstone misery

British MotoGP: Valentino Rossi suffers more Silverstone misery

Silverstone remains Valentino Rossi’s bogey track after the Italian finished yesterday’s British Grand Prix in a lowly ninth position.

Rossi was off the pace all weekend in dry conditions and more trouble with Ducati’s inherent understeer issue meant he never looked like competing for a top six finish in the 20-lap race.

Rossi was so ineffective on the GP12 that British rider Cal Crutchlow, riding with a broken ankle, needed just six laps to overtake the 33- year-old having come from the back of the grid.

Rossi was the only rider on the grid to start with the hard compound Bridgestone rear tyre but he denied that was a limiting factor.

A kracked exhaust that was sapping his Desmosedici of power on the straights was also not to blame for him finishing a massive 36 seconds behind race winner Jorge Lorenzo.

The nine-times world champion, who was 64 seconds off the winning pace in a rain-lashed 2011 British Grand Prix, told MCN: “This was a very tough weekend for me because apart from the first practice in the wet I am always very slow in the dry conditions.

"For the warm-up we made a change to the set-up and it was better and I could ride the bike in an easy way. But in the race I had a lot of problems. I tried at the beginning to stay with the other guys but I lost the front twice.

"I had a problem on corner entry and a lot of front chatter and after some laps the rear tyre slide very much. So the race was worse than what we expected.

"I also had a broken exhaust pipe after three or four laps and lost some speed and horsepower but it didn't make the difference.

"Silverstone remains a very difficult track for me but we took some points in the championship and the battle is very close. I am not so far from the second group guys. So this is something positive.

"But all weekend Nicky was able to go faster than me, especially in the first laps and he did a good race and wasn't so far from the top guys at the finish. He did a better job than me.”

Had the hard rear tyre choice been a mistake, with every other rider choosing the softer option?

"For me this tyre was the right choice because with the soft on the left it was too soft for me. With the hard tyre I can beat (Hector) Barbera but with the soft maybe no.

"It was not a problem of the tyre choice and anyway the tyres were very, very similar. My problem was the front again. I had lot of problems in the corner entry. I was sliding and could not carry enough speed into the corner and if I tried to use the front I had a lot of vibration and for this reason Nicky was faster and did a better race."

For more reaction from Rossi and an update on his and Ducati’s future, see the June 20 issue of Motor Cycle News.

Matthew Birth @MCN

Rossi: Hayden rides better than me here


Valentino Rossi simply can't get comfortable at Silverstone. The Italian missed the first race there in 2010, when he was recovering from a broken leg. The 2011 edition was essentially a disaster for him, and thus far 2012 hasn't gone much better. He was fastest overall in the wet during FP1, but the dry has left him frustrated at the back of the pack, qualifying just 10th today. "And to think that I actually like this track - the Ducati rider said - We really struggle to be fast here. I'm always running long in the corners, and I can't hold the best lines. The problem is quite clear; we are missing front grip. I'm using the setup which I tested at Aragon, a setup with gives more load on the front end, but it's not enough. There's a good amount of weight on the front, but it's not really helping. The origins of the problem are elsewhere. While the other riders are able to push, entering the corners while braking hard, we are suffering."

And what about the crash? "The crash caused me to lose some time, and then we also had some bad luck - Rossi continued - My best time came on the hard tire, and I still had two soft tires left, but I couldn't use them because of the rain. We could have cut at least a half second. The airbag functioned perfectly during the crash, and my shoulders are thankful for it. The crashes you remember are the ones where you hurt yourself. But I wasn't pushing to the limit, and I had already done four laps to establish our pace. That spot isn't new to me, however, and I had already taken a chance there in the morning. Last year I crashed there in the warm up."

The problem is a small bump in the braking zone: "First the front wheel is compressed, and then it unloads quickly. That's where I tucked the front. The fact that we lack front end grip was certainly influential, but it's not the bike's fault. Actually, since we switched to the aluminum frame, the front has been much more honest and secure; it gives you some notice before going away."

The only thing left to do now is work hard. "Tomorrow morning we'll try something different to gain back the two tenths we need to compete with the other Ducatis. Hayden is riding better than me here. He's able to enter the corners quicker, but his race pace isn't too far from mine. If it rains, then I might have a nice race."

gpone

Rossi dan Hayden Jatuh di Tikungan yang Sama


Rossi dan Hayden Jatuh di Tikungan yang Sama, Pedrosa Salahkan Ban

Valentino Rossi dan Nicky Hayden terjatuh pada tikungan yang sama saat menjalani sesi kualifikasi MotoGP Inggris yang berlangsung pada Hari Sabtu.

Duo pembalap Ducati tersebut kehilangan front end saat hendak memasuki tikungan ke-16 Sirkuit Silverstone yang diberi nama ‘Vale Corner’.

Dani Pedrosa meyakini kalau pemakaian ban Bridgestone baru telah menyebabkan banyak kecelakaan sepanjang akhir pekan di Silverstone.

Akan tetapi, baik Rossi maupun Hayden membantah kalau pemakaian ban depan baru telah menyebabkan keduanya mengalami crash di tempat yang sama.

Valentino Rossi menuding kurangnya grip ban depan baru, yang berkompon lebih lunak ketimbang versi sebelumnya, menjadi penyebab ia terjatuh pada tikungan yang juga membuatnya mencium gravel pada tahun lalu.

Setelah melihat data, Hayden mengaku hanya terlalu bersemangat untuk membalap sebelum terseret keluar beberapa menit setelah teammatenya terjatuh.

Valentino Rossi yang akan memulai balapan MotoGP Inggris dari grid ke-10 mengatakan: “Ban ini dibuat khusus oleh Bridgestone untuk memanaskan ban lebih cepat karena tahun lalu kita melihat banyak sekali kecelakaan baik karena masalah ban belakang maupun depan.

“Ban belakang bekerja dengan fantastis setelah dipakai beberapa lap dan bagus untuk keamanan. Sementara bagian depan bannya berputar lebih cepat saat pengereman namun bagi kami keadaan tersebut tak banyak mengubah apapun. Saya pikir bagi Ducati, ban yang lama juga lebih buruk.

“Saya terjatuh di chicane terakhir dan Nicky juga terjatuh setelah menghantam permukaan yang tidak rata saat melewati jalan terjal, yang menyebabkan kami tak memiliki cukup grip dan kehilangan bagian depan.

“Saya kesulitan untuk menghentikan motornya dan membelokkannya. Kejadian tersebut tidak menguntungkan karena saat itu saya memakai ban keras, kemudian hujannya mulai datang sebelum saya berkesempatan untuk memakai ban lunak. Tetapi saya kira saya mampu melaju setengah detik lebih cepat. Bagaimanapun, tidak ada yang fantastis. Saya bisa cukup konsisten saat memakai ban keras namun saya juga terlalu lambat.”

Bagi Rossi, karakter Sirkuit Silverstone sendiri tidak kompatibel dengan motor Desmosedici GP12 yang hanya memperparah problem understeer. Sedangkan menurut Rossi, gapnya yang terpaut jauh dari pembalap terdepan dikarenakan dirinya masih kesulitan untuk memahami trek Silverstone yang cepat dan teknikal tersebut.

Sementara Nicky Hayden yang akan start dari strip ketujuh berkata: “Karena saya terjatuh lebih awal, maka grid ketujuh tidak terlalu buruk. Namun sebenarnya saya merasa kami bisa berbuat lebih baik dari ini.”

Sedangkan Dani Pedrosa bersikukuh terhadap pendiriannya saat memberikan penilaian terhadap ban depan baru Bridgestone yang dijadikan standar balapan mulai seri Silverstone.

Pembalap yang bakal memulai race dari grid ke-5 tersebut menjelaskan: “Saya tetap berpikir kalau ban depan yang baru tidak lebih aman. Kita sudah melihat banyak kecelakaan di front end.”

Bagaimanapun, Rossi dan Hayden beruntung terhindar dari cedera setelah terjatuh yang mengakibatkan kerusakan cukup parah pada motor Ducati. Keduanya juga mampu melanjutkan sesi kualifikasi dengan segera.

Valentino Rossi menambahkan: “Kami baik-baik saja dan saat saya terjatuh, saya pikir airbag Dainese menyelamatkan bahu saya karena saya menghantam permukaan dengan keras.”

motogprace
 

Copyright © 2012. Valentino Rossi 46 - All Rights Reserved